Tribun

Ray Rangkuti Nilai Relawan JoMan Terlalu Terburu-buru Laporkan Ubedilah Badrun ke Polisi

Ray Rangkuti menilai tindakan yang dilakukan relawan Jokowi yang melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Ray Rangkuti Nilai Relawan JoMan Terlalu Terburu-buru Laporkan Ubedilah Badrun ke Polisi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ray Rangkuti - Direktur Lingkar Mardani Indonesia (LIMA) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menilai tindakan yang dilakukan relawan Jokowi yang melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya terlalu terburu-buru.

Pelaporan tersebut berkaitan dengan pelaporan Ubed yang melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Saya rasa mereka terlalu terburu-buru melaporkan saudara Ubed ke kepolisian,” kata Ray di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (14/1/2021).

Menurutnya tindakan relawan Jokowi akan membangun image seolah-olah Presiden maupun keluarganya tidak boleh dilaporkan dan tidak demokratis.

Namun, ia mempersilahkan relawan melanjutkan hal tersebut, karena menurutnya hal ini akan menunjukkan wajah reformasi institusi kepolisian yang dipimpin Kapolri saat ini.

“Apakah ini akan ditangani lebih dahulu sebelum ada keputusan (penyelidikan KPK) yang menyatakan bahwa saudara Ubed melakukan fitnah dan seterusnya dan seterusnya,” kata Ray.

Efek lain terkait pelaporan Ubed, menurut Ray akan menunjukkan dan menguji komitmen yang telah dibangun Presiden terkait pemberantasan korupsi.

Ray menilai hal ini akan berefek pada persepsi publik terhadap Presiden dan keluarganya.

“Begitu menyangkut keluarganya, ada banyak orang yang mempergunakan nama beliau untuk melaporkan balik. Pasti akan berefek kepada publik secara menyeluruh, bahwa anak pejabat gak boleh dilaporkan,” ujarnya.

Ray mencontohkan bagaimana pemimpin Inggris, Ratu Elizabeth mencopot fasilitas yang diberikan kerajaan kepada pejabat yang diduga melakukan pelecehan seksual.

Kendati masih diduga, menurutnya pemimpin layaknya Ratu Elizabeth tidak berkompromi terhadap segala bentuk kejahatan.

Demikian dengan dugaan kasus yang dilaporkan Ubed terkait 2 anak Presiden, yang menurutnya seharusnya pejabat tidak berkompromi pada hal tersebut.

“Mereka yang merasa laporan itu mengada-ngada, bukan melaporkan, justru malah sebaliknya, mendukung KPK untuk segera mengusut apakah laporan itu menga-ngada atau tidak,” ujarnya.

“Ini belum muncul sampai sekarang, tidak ada data-data pembanding yang bisa memberi bukti bahwa seluruh dugaan itu palsu,” kata Ray.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas