Tribun

Tanggapi Kritikan dengan Bijak, Airlangga Diminta Ajak Dialog dengan Kepala Dingin

Airlangga Hartarto memanggil dan mengundang GMPG untuk melakukan dialog agar bisa bersama-sama mencari solusi mengenai permasalahan yang terjadi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
Tanggapi Kritikan dengan Bijak, Airlangga Diminta Ajak Dialog dengan Kepala Dingin
Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) memberikan kritik terhadap ketua umumnya Airlangga Hartarto. 

Termasuk juga menyoroti elektabilitas Airlangga yang masih rendah untuk menjadi capres di Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Markus Mekeng mengatakan yang disampaikan oleh GMPG adalah bagian dari kritik yang membangun bagi Airlangga Hartarto dan partai berlogo pohon beringin itu.

"Memang di Golkar ini Partai yang sangat terbuka, dan ini kritik yang menurut hemat saya juga jangan kita lihat dari sisi negatif. Justru ini pesta demokrasi masih dua tahun lagi kita harus lihat dari sisi positifnya untuk bisa memperbaiki performa dari Partai Golkar ini," kata Mekeng kepada wartawan, Sabtu (15/1/2022).

Mekeng menyarankan, agar ketua umumnya Airlangga Hartarto memanggil dan mengundang GMPG untuk melakukan dialog agar bisa bersama-sama mencari solusi mengenai permasalahan yang terjadi.

"Ajak dialog dengan kepala dingin. Jangan setiap kritik dihadapi dengan jawaban-jawaban sinis seolah-olah tidak mau dikritik. Sebagai seorang pemimpin dia (Airlangga Hartarto,red) harus bisa mendengarkan apapun komentar dari kadernya," katanya.

"Kalau perlu Pak Airlangga libatkan mereka (GMPG-Red) agar mereka bisa memperbaiki sendiri kritik-kritik yang mereka sampaikan," tambah Mekeng.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, Ketua umumnya Airlangga Hartarto untuk bisa menjadi seoarang negarawan yang mengambil sisi positif dari setiap kritikan yang ada.

"Jadi harus belajar menjadi seorang negarawan. Negawaran itu kupingnya tidak tipis, justru mengambil dari sisi positifnya karena mereka juga kader-kader Partai Golkar. Saya tahu mereka dari dulu aktif di kepengurusan dan organisasi di kepemudaan Golkar. Tentunya ini mereka lakukan karena cinta kasih mereka terhadap Partai Golkar," ungkapnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas